Dalam hidup ini, seringkali kita mengucap bahwa dunia adalah sebuah panggung pertunjukaan. Kemudian kita akan menganggap diri kita ini sebagai pemain yang seakan pasrah terhadap jalan Tuhan, sebagai sutradara. Pertanyaannya, siapa yang menulis cerita sebenarnya? Seperti kata Seno gumira, “Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa–suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreatifitas ditimbang-timbang.” Ya, meskipun kami belum bertemu Seno gumira, nampaknya bolehlah jika kalimatnya kami pinjam untuk penegasan bahwa: menulis itu penting. Sepenting kamu. Kamu yang entah siapa dan di mana.

Dalam Sangcek Theatre Festival ketiga ini, panitia sengaja mengkaji lebih dalam tentang pentingnya sebuah cerita. Mengingat, dua Festival yang lalu, banyak sekali peserta yang menggunakan naskah lakon karya sendiri. Dari pembacaan itulah, kami memutuskan untuk menghadirkan workshop penulisan lakon (naskah teater) yang bisa diikuti oleh semua orang dengan batasan usia 17-25 tahun. Nantinya, kami berharap akan melahirkan banyak penulis naskah di Jawa Timur melalui workshop ini.